Analisis Volatilitas Harga Sayuran di Jawa Timur

Aini Nur Laila, Ratya Anindita, Tatiek Koerniawati

Abstract


Permintaan sayuran di Jawa Timur yang cenderung meningkat tidak didukung dengan adanya hasil produksi sayuran yang cenderung menurun. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya impor sayuran untuk mengatasi kebutuhan tersebut. Dengan adanya sistem perdagangan bebas, dimana pergerakan harga sayuran di pasar internasional yang cenderung tidak stabil dan tidak dapat diprediksi mengakibatkan ketidakstabilan harga serta fluktuasi harga sayuran yang tidak dapat diprediksi sehingga resiko yang dihadapi petani semakin tinggi. Jenis sayuran yang dianalisis terdiri dari 3 jenis sayuran yaitu: tomat, cabai dan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui berapa besar nilai volatilitas tiap sayuran yang diamati dan pengaruh nilai volatilitas harga sayuran terhadap produksi sayuran di Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data produksi sayuran (Kg) dan harga sayuran bulanan (Rp) selama 15 tahun mulai bulan Januari 1997 hingga Desember 2011. Data dianalisis dengan menggunakan uji standar deviasi, uji analisis kointegrasi dan uji ECM. Hasil penelitian antara lain: (1) Cabai mempunyai rata-rata nilai volatilitas terbesar mencapai 0.00031 persen, sedangkan rata-rata nilai volatilitas yang paling rendah yaitu nilai volatilitas tomat yang hanya bernilai 0.00010 persen. Selanjutnya komoditas bawang merah yang mempunyai rata-rata nilai volatilitas sebesar 0.00016 persen menunjukkan seberapa besar risiko kerugian dan ketidakpastian harga pada sayuran. (2) Volatilitas harga sayuran berpengaruh negatif terhadap produksi sayuran. Pada uji regresi didapatkan bahwa nilai koefisien tiap sayuran adalah bersifat negatif dengan hasil uji tomat, cabai dan bawang merah secara berurutan adalah sebesar -0.17, -3.44 dan -6.89. Selanjutnya pada uji kointegrasi didapatkan bahwa nilai t-Statistic lebih kecil daripada nilai t-Tabel (-1.65) dengan hasil uji tomat, cabai dan bawang merah secara berurutan adalah sebesar -2.97, -3.04, -2.86. Kemudian hasil uji ECM didapatkan bahwa dari semua komoditas diperoleh nilai ECT yang bernilai negatif dengan hasil uji tomat, cabai dan bawang merah secara berurutan adalah sebesar -0.60, -0.87, -2.84

Keywords


volatilitas harga, harga sayuran, fluktuasi harga, pengaruh volatilitas, standar deviasi, kointegrasi, ECM

Full Text:

PDF

References


Aji, B. S. 2009. Analisis Volatilitas Harga Buah-buahan Indonesia (Kasus Pasar Induk Kramat Jati Jakarta). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Gujarati. 2006. Dasar-dasar Ekonometrika. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Nubatonis, Agustinus. 2007. Analisis Integrasi Pasar Beras (Studi Kasus Kecamatan Biboko Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara). Tesis. Universitas Brawijaya. Malang.

Robby. 2010. Formulasi Excel: Standar Deviasi. http://robby01343.wordpress.com/2012/04/14/formulasi-excel-standar-deviasi/. Diakses 18 Februari 2013.

Suswono. 2012. Inilah Penyebab Kenaikan Harga Sayuran. http://www.tempo.co/read/news/2012/07/24/092418906/Inilah-Penyebab-Kenaikan-Harga-Sayuran. Diakses pada tanggal 2 Maret 2013.

Widarjono, A. 2007. Ekonometrika: Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan Bisnis. Penerbit Ekonisia. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Wirjawan, Gita. 2012. RI Rajin Impor Buah dan Sayur dari China, Ini Alasan Gita Wirjawan. http://finance.detik.com/read/2013/04/03/143039/2210504/4/ri-rajin-impor-buah-dan-sayur-dari-china-ini-alasan-gita-wirjawan. Diakses 21 April 2013.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2017.001.02.7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.