Analisis Daya Saing Ekspor Pisang (Musa Paradiacal.) Indonesia di Pasar Asean Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Tri Nur Hidayati, Suhartini Suhartini

Abstract


Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang di ASEAN. Tingginya produksi pisang Indonesia dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi perdagangan pisang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Menganalisis spesialisasi perdagangan pisang Indonesia di pasar ASEAN 2). Menganalisis daya saing komparatif komoditas pisang Indonesia di pasar ASEAN 3). Menganalisis daya saing kompetitif komoditas pisang Indonesia di pasar ASEAN. Penelitian ini membandingkan daya saing negara Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series dari tahun 1994 – 2013. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ISP (Indeks Spesialisasi Perdagangan), RCTA (Revealed Comparative Trade Advantage) dan XCi (Export Competitiveness Index).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesialisasi perdagangan pisang dari empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina cenderung menjadi negara pengekspor pisang. Nilai rata-rata spesialisasi perdagangan pisang masing-masing negara adalah Indonesia 0,029, Malaysia 0,093, Thailand 0,999 dan Filipina 0,887. Daya saing komparatif pisang Indonesia dengan menggunakan Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA) diketahui bahwa pisang Indonesia pada periode 1994-2013 memiliki daya saing komparatif karena memiliki nilai rata-rata RCTA sebesar 0.0029. posisi daya saing komparatif pisang Indonesia berada pada peringkat keempat setelah Filipina (2,3194), Malaysia (1,8835) dan Thailand (0,0076) sedangkan daya saing kompetitif pisang Indonesia dengan menggunakan Export Competitiveness Index (XCi) pada periode 1994-2013 memiliki daya saing kompetitif atau kemampuan trend yang dapat menguat di pasar internasional dan memiliki kemampuan untuk bersaing dalam perdagangan pisang dengan negara lain yang dimana merupakan negara pesaing. Posisi daya saing kompetitif pisang Indonesia (4,550), Thailand (2,684), Filipina (1,561) dan Malaysia (1,543)


Keywords


ekspor, daya saing, pisang, ASEAN

Full Text:

PDF

References


Badan Ketahanan Pangan. 2014. http://bps.go.id. Perkembangan Penggunaan Pisang di Indonesia. Diakses tanggal 9 April 2016. Malang

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai. 2012. Pengembangan Pisang. http://bppkp.sinjaikab.go.id. Diakses tanggal 13 April 2016. Malang

Badan Pusat Statistik. 2014. Outlook Komoditi pisang. Seketariat Jenderal-Kementerian Pertanian.

Badan Pusat Statistik. 2016. Data Horti Kementerian Pertanian. http://pertanian.go.id. Diakses tanggal 13 April 2016. Malang

Budiyanto, Agus Krisno. 2010. Model Pengembangan Ketahanan Pangan Berbasis Pisang Melalui Revitalisasi Nilai Kearifan Lokal. Vol. 11 No.2

Departemen Pertanian. 2005. Prospek dan arah pengembangan agribisnis pisang. Badan penelitian dan pengembangan pertanian. Jakarta

Fairuzi, Sofyan. 2008. Prospek Pengembangan Pisang di Sumatera Barat. Jurnal Abribisnis Kerakyatan. Vol 1 No. 1

RUSNAS Buah Unggulan Indonesia. 2010. Peningkatan Daya Saing Buah Nasional Melalui Riset Strategis. IPB Press. Bogor

Tambunan. 2004. Globalisasi Perdagangan Internasional. LP3ES. Jakarta




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2018.002.04.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.