Strategi Pengembangan Umbi Mini Bawang Merah True Shallot Seed di Kabupaten Grobogan

Nafiatul Khoyriyah, Titik Ekowati, Syaiful Anwar

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan serta strategi pengembangan usahatani umbi mini bawang merah  True Shallot Seed di Kabupaten Grobogan. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2017 di Desa Penawangan dan Winong, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Metode penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah sampel responden sebanyak 86 orang. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis regresi linier berganda dan SWOT (strenghts, weaknesses, opportunities, threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani umbi mini bawang merah True Shallot Seed sebesar Rp. 241.056.245 /hektar/musim tanam dengan rata-rata biaya sebesar Rp. 60.827.317/hektar/musim tanam. Berdasarkan hasil uji t bahwa variabel yang dianalisis meliputi biaya benih, biaya pupuk kimia, biaya pupuk hayati, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani umbi mini bawang merah True Shallot Seed dengan nilai signifikansi pada taraf 5 % sedangkan variabel biaya sewa lahan dan biaya screen house tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan umbi mini bawang merah True Shallot Seed. Hasil analisis SWOT diperoleh koordinat (0,609 : 0, 271) yang mana koordinat ini berada pada kuadran I yang artinya Strategi Agresif. Strategi ini menunjukkan posisi usahatani umbi mini bawang merah True shallot seed yang kuat dan berpeluang. Implikasi penelitian ini adalah biaya benih dan biaya pupuk hayati yang tinggi dalam proses usahatani sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, peningkatan umbi mini True Shallot Seed dengan mengoptimalkan strategi produksi, peningkatan sumber daya manusia dan teknologi, dan peningkatan peran lembaga pendukung

Keywords


pendapatan, strategi, swot, true shallot seed

Full Text:

PDF

References


Asih, D.N. 2009. Analisis Karakteristik dan Tingkat Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Sulawesi Tengah. Jurnal Agroland 16 (1) : 53-59.

Basuki, R.S. 2009. Analisa kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya bawang merah dengan biji botani dan benih umbi tradisional. J. Hort. 19(2):21-27.

Badan Pusat Statistik. 2017.Kabupaten Grobogan dalam Angka. https://grobogankab.bps.go.id diakses pada tanggal 13 Juli 2017.

David, F.R. 2006. Manajemen Strategis: Konsep. Jakarta: Salemba Empat.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2010. Perkembangan PDB Komoditas Hortikultura Indonesia. http://hortikultura.deptan.go.id diakses pada tanggal 13 Juli 2017.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2016. Statistik Produksi Hortikultura Tahun2016. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : UNDIP.

Mantra, I.B. 2004. Demografi Umum. Penerbit Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Mubyarto. 1995. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES Indonesia.

Nurasa T. 2013. Meningkatkan Pendapatan Petani Melalui Difersivikasi Tanaman Hortikultura di Sawah Lahan Irigasi. J. SEPA 10 (1): 71-87.

Pangestuti, R dan Sulistyaningsih,E. 2011. Penggunaan True Seed Shallot (TSS) sebagai sumber benih bawang merah di Indonesia, Prosiding Semiloka Nasional “Dukungan Agro Inovasi untuk Pemberdayaan Petani dalam Pengembangan Agrinisnis Masyarakat Pedesaan “, Semarang, 14 Juli 2011.

Permadi, A.H. 1995. Pemuliaan Bawang Merah. Dalam Teknologi Produksi Bawang Merah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Litbang Pertanian.

Putrasamedja, S. 1995. Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pembentukkan Anakan pada Kultivar Bawang Merah. Buletin Penelitian Hortikultura XXVII: 87-92.

Putrasamedja, S. 2011. Pengaruh Pembentukan Jumlah Anakan Pada Bawang Merah Generasi ke 3 yang berasal dari Umbi TSS. J Agronomika. 11 (2):211-216.

Rahim, A. dan D.R.D. Hastuti. 2007. Ekonomi Pertanian, Pengaruh Teori dan Kasus. Jakarta: Penebar Swadaya.

Rangkuti, F. 1997. Analisis SWOT. Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil-Hasil Pertanian Teori dan Aplikasinya. Jakarta, PT Raja Grafindo Perkasa.

Sumarni, N., G.A. Sopha dan R. Gaswanto. 2012. Respon Tanaman Bawang Merah Asal Biji True Shallot Seed terhadap Kerapatan Tanaman Pada Musim Hujan. Jurnal Hortikultura 22 (1): 23-27.

Susianti dan Rustam A.R. 2013. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung Manis (Studi Kasus Petani Jagung di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi). E-Jurnal, (5): 500-508. Universitas Tadulako, Palu.

Suwandi dan Hilman, Y. 1995. Budidaya Tanaman Bawang Merah dan Teknologi Produksi Bawang Merah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Jakarta. Hal. 51-56.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.02.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.