Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketimpangan Penguasaan Tanah Di Provinsi Jambi

Nopa Linda, Indrawari Indrawari, Syafruddin Karimi

Abstract


Ketimpangan penguasaan tanah merupakan salah satu masalah yang dihadapi sektor pertanian di Provinsi Jambi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kesejateraan petani. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketimpangan penguasaan tanah di tiap kecamatan dalam Provinsi Jambi pada Tahun 2004 dan Tahun 2014. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil survei Pendapatan Petani yang dilakukan BPS dengan jumlah responden sebanyak 8407 rumah tangga pertanian pada 69 kecamatan pada tahun 2004 dan 9968 rumah tangga pertanian pada 127 kecamatan pada tahun 2014. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa model regresi tahun 2004 tidak bisa di analisis karena nilai dari uji F model > 0,05. Sementara itu untuk tahun 2014, terdapat tiga variabel bebas yang berpengaruh yaitu ketimpangan pendapatan petani, jumlah yang berusaha di sektor pertanian dan jumlah buruh non pertanian dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 dan nilai koefesien dari masing-masing variabel bebas adalah 0,54, (-0,00082) dan (-0,0032) sedangkan pengaruh serentak dari variabel bebas ini adalah 39, 58 persen


Keywords


Ketimpangan Penguasaan Tanah, Ketimpangan Pendapatan, Rumah Tangga Pertanian

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2014. Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian Tahun 2013. Jakarta: Badan Pusat Statistik

Barlowe, R. (1986). Land Resources Economics : The Economics of Real estates. Washington: Prentice Hall.

Dumayri. 1996. Perekonomian Indonesia. Erlangga. Jakarta

Jonida Bou Dib, Vijesh V. Krishna, Zulkifli Alamsyah & Matin Qaim. 2018. Land_Use Change and Livelihoods of Non-farm Households: The ole of Income from Employment in Oil Palm and Rubber in Rural Indonesia. Elsevier

Karimi, Syafruddin. 2014. Makalah Demokrasi: Sistem Pasar dan Redistribusi Kapasitas Produktif. Unand: Padang

Kuncoro, M. (2010). Masalah, Kebijakan dan Politik Ekonomi Pembangunan. Jakarta, Erlangga.

Machmud Amir. 2016. Perekonomian Indonesia Pasca Reformasi. Erlangga. Jakarta

M. Gunawan & Erwidodo. 1992. Studi Dinamika Keterkaitan Desa Kota. Bogor. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi.Monograph No.4.

Okwan Himpuni. 2014. Tesis: Perubahan Srtruktural Tenaga kerja Pertanian ke Non Pertanian di Provinsi Lampung. IPB. Bogor

Soekartawi, Dilon, J., Hardaker, J., & Soeharjo, A. (1986). Ilmu Usahatani dan penelitian untuk Perkembangan Petani Kecil. Bogor: Fakultas Pertanian IPB.

Suhendar, E. (1995). Ketimpangan Penguasaan Tanah di Jawa Barat. Jakarta: Yayasan Akatiga.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2003). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga

Tulus Tambunan T. 2001. Perekonomian Indonesia Teori dan Temuan Empiris. Jakarta : Ghalia Indonesia

Wiradi, G., & white, B. (2009). Reforma Agraria dalam Tinjauan Komparatif. Bogor: Brigthen Institute.

Wiradi, G. (2009). Seluk Beluk Masalah Agraria, Reforma Agraria dan Penelitian Agraria. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).

Xie, Hualin & Hua Lu. 2017. Impact of land fragmentation and non-agricultural labor supply on circulation of agricultural land management rights. Elsivier, 1




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.02.15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.