Penentuan Provinsi-Provinsi Terbaik dalam Produksi Jagung Nasional Melalui Analisis Kuadran atas Variable Produksi dan Produktivitas Per Satuan Luas Lahan

Lubna Mutiara Aini

Abstract


Jagung merupakan bahan pangan pokok kedua setelah beras dan bahan utama pembuatan pakan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan bahan pangan semakin meningkat. Dengan demikian, perkembangan produksi komoditas di bidang pertanian, salah satunya jagung, haruslah diperhatikan. Informasi perkembangan jagung baik mengenai produksi, luas panen, dan produktivitas per satuan luas lahan sangatlah penting. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data pertanian jagung selama 22 tahun terakhir yang diambil dari BPS. Hasil studi menunjukkan produksi jagung nasional meningkat sangat signifikan dari 6 juta ton menjadi 20 juta ton (70%) selama 22 tahun. Provinsi dengan produksi jagung tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Sementara luas panen nasional tidak mengalami peningkatan yang berarti. Selama periode 22 tahun luas panen nasional hanya meningkat 0,9%. Adanya perbedaan peningkatan produksi dan luas panen yang begitu timpang mengindikasikan adanya peningkatan produktivitas jagung per satuan luas lahan. Hasil studi menunjukkan bahwa provinsi-provinsi yang memiliki tingkat produktivitas tinggi adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Lampung. Hasil kuadran analisis menghasilkan empat kelompok provinsi, yaitu provinsi yang memiliki produksi tinggi dan produktivitas tinggi, provinsi yang memiliki produksi tinggi dan produktivitas rendah, provinsi yang memiliki produksi rendah dan produktivitas tinggi, dan provinsi yang memiliki produksi rendah dan produktivitas rendah.


Keywords


Pertanian jagung, produksi jagung, luas panen jaung, produktivitas per satuan luas lahan.

Full Text:

PDF

References


Agung, N. G. I. (2000). Analisis Statistik Sederhana Untuk Pengambilan Keputusan. Universitas Indonesia Jakarta. Populasi, 11(2), 78–100.

Anggraini, D. L., Deoranto, P., & Ikasari, M. D. (2015). Analisis Persepsi Konsumen Menggunakan Meode Importance Performance Analysis Dan Customer Satifaction Index. Jurnal Industri, 4(2), 74–81.

BPPKP. (2016). Potret jagung Indonesia: menuju swasembada tahun 2017. Badan Pengkajian Dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan.

Budiono, A., Wilda, K., & Yanti, D. N. (2012). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Jagung di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan, 2(2), 159–171.

Erviyana, P. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tanaman Pangan Jagung di Indonesia. JEJAK: Journal of Economics and Policy, 7(2), 194–202. DOI: 10.15294/jejak.v7i1.3596.

Indraningsih, K. S. (2014). Persepsi Petani terhadap Inovasi Teknologi Padi. Dinamika Produksi Dan Penerapan Teknologi Pertanian, 171–189.

Juhandi, D., Sembiring, A., & Odang, K. . (2018). Development of Disadvantaged Districts Based on Pajale ( Rice , Corn , and Soybean ) in West Sumatera. Advances in Engineering Research (FANRes), 172, 265–268.

Marliah, A., Jumini, & Jamilah. (2010). Pengaruh Jarak Tanam Antar Barisan pada Sistem Tumpangsari Beberapa Varietas Jagung Manis Dengan Kacang Merah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil. Agrista, 14(1), 30–38.

Panikkai, S., Nurmalina, R., Mulatsih, S., & Purwati, H. (2017). Analisis Ketersediaan Jagung Nasional Menuju Pencapaian Swasembada dengan Pendekatan Model Dinamik. Informatika Pertanian, 26(1), 41–48.

Purwanto, S. (2007). Perkembangan produksi dan kebijakan dalam peningkatan produksi jagung. Dalam: Jagung, teknik produksi dan pengembangan. Pusat Penelitian Tanaman Pangan. Bogor

Sudana, W. (2001). Perkembangan Jagung pada Dekade Terakhir serta Peluang Pengembangan ke Depan. BP2TP, 1–20.

Suhendra, A., & Prasetyanto, D. W. I. (2016). Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Trans Metro Bandung Koridor 2 Menggunakan Pendekatan Importance-Performance Analysis. Rekaracana: Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 2(2), 1–12.

Talumingan, C., & Jocom, G. S. (2017). Kajian Daya Dukung Lahan Pertanian Dalam Menunjang Swasembada Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan. Agri-SosioEkonomi Unsrat, 13(1), 11–24.

Tirtayasa, M., Arnawa, K. I., & Lestari, K. F. P. (2010). Produktivitas Usahatani Padi Di Lahan Perkotaan (Studi Kasus Subak Buaji Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur). AGRIMETA: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem, 30–41.

Tunjung. (2010). Analisis Efisiensi Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Kedelai pada Perusahaan Kecap PT. Lombok Gandaria Food Iindustry Palur Karanganyar. Skripsi, 1–19.

Utomo, S. (2012). Dampak Impor dan Ekspor Jagung Terhadap Produktivitas Jagung Di Indonesia. Jurnal Etikonomi, 11(2), 158–179.

Wahidmurni. (2017). Pemaparan Metode Penelitian Kuantitaif. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 1–16.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.04.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.