Efisiensi Biaya Produksi Pupuk Organik Padat (POP) pada PT. Sirtanio Organik Indonesia di Kabupaten Banyuwangi

Nur Ida Suryandari, Triana Dewi Hapsari

Abstract


Pertanian organik merupakan salah satu alternatif dari konsep pertanian berkelanjutan. Pertanian organik didefinisikan sebagai suatu sistem produksi tanaman yang berasaskan daur ulang hara secara hayati. Daur ulang hara tanaman dan ternak tersebut dalam pertanian organik digunakan sebagai bahan masukan atau biasa disebut dengan agroinput yang salah satunya yaitu pupuk organik. Pupuk organik yang digunakan oleh petani pada umumnya terdiri dari dua macam yaitu pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC). Untuk mengkonversi kebutuhan pupuk-pupuk kimia pada pertanian konvensional, maka dalam penerapan pertanian organik dibutuhkan pupuk organik di mana kebutuhan pupuk organik padat (POP) memiliki presentase yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan pupuk organik cair (POC). Berdasarkan kebutuhan pupuk organik padat (POP) yang cukup besar guna memenuhi kebutuhan petani mitranya sesuai dengan Good Agriculture Practices serta untuk keberlanjutan usaha yang dilakukan, maka PT. Sirtanio Organik Indonesia sejak tahun 2015 memproduksi pupuk organik padat (POP)  secara mandiri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji terkait dengan pengadaan bahan baku pupuk organik padat (POP) dengan menggunakan analisis deskriptif serta efisiensi biaya produksi pupuk organik padat (POP) di PT. Sirtanio Organik Indonesia dengan menggunakan analisis R/C ratio. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengadaan kotoran ternak kambing yang digunakan sebagai bahan baku telah memenuhi aspek kuantitas, kualitas, waktu, biaya, dan sistem organisasi; (2) Penggunaan biaya produksi pupuk organik  padat yaitu efisien dengan nilai R/C ratio sebesar 1,66.


Keywords


pertanian organik, pupuk organik padat, efisiensi biaya

Full Text:

PDF

References


Alpharesy, M. A., Z. Anna., dan A. Yustiati. 2012. Analisis Dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Nelayan Buruh Di Wilayah Pesisir Kampak Kabupaten Bangka Barat. Jurnal perikanan dan kelautan, 3(1): 11-16.

Austin, James E. 1992. Agroindustrial Project Analysis: Critical Design Factors. Baltimore and London: The John Hopskin University Press.

Guntoro, Suprio. 2018. Membuat Pakan Ternak dan Unggas dari Limbah Peternakan. Jakarta. PT. AgroMedia Pustaka.

Hadisuwito, Sukamto. 2010. Membuat Pupuk Kompos Cair. Jakarta: Agromedia.

Karama, A.S., A.R. M. Arzuki, dan I Manwan. 1991. Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Pangan. Pros. Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk V. Cisarua. Bogor: Puslittanah

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/OT.140/10/2006.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/ SR.140/10/2011.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta:UI Press.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta.

Sutanto, Rachman. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta: Kanisius.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2020.004.01.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.