Strategi Pengembangan Gropak Skala Rumah Tangga di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas

Rizky Anugrah Putri, Agus Sutanto, Irene Wijayanti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, dan prioritas strategi pegembangan usaha gropak skala rumah tangga di Kecamatan Kalibagor. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis usaha untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, dan R/C ratio (2) Matriks IFE (3) Matriks EFE (4) Matriks IE (5) Matriks SWOT (6) Matriks QSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya selama setahun pada usaha gropak skala rumah tangga di Kecamatan Kalibagor sebesar Rp128.619.752 dan rata-rata penerimaan Rp220.421.373 dengan rata-rata keuntungan adalah Rp91.801.622, serta R/C ratio sebesar 1,7. Analisis matriks IFE usaha gropak skala rumah tangga di Kecamatan Kalibagor tergolong kuat dengan nilai 3,01. Hasil dari matriks EFE juga menunjukan bahwa industri tersebut tergolong kuat dengan nilai 3,02. Posisi industri tersebut berada pada sel 1 yaitu pada divisi pertumbuhan dan pembangunan melalui strategi penetrasi, strategi pengembangan produk dan pengembangan pasar serta strategi integrasi. Berdasarkan hasil matriks SWOT diperoleh sembilan alternatif strategi. Nilai daya tarik (TAS) tertinggi pada matriks QSP sebesar 7,67 yaitu mengoptimalkan kapasitas produksi hingga dapat memenuhi permintaan pasar.


Keywords


Gropak, Analisis Biaya, Strategi Pengembangan

Full Text:

PDF

References


Adiyanto,O., Suratmo, B. & Susanti, D.Y. 2017. Perancangan pengering kerupuk rambak dengan menggunakan kombinasi energi surya dan energi biomassa kayu bakar. Jurnal Integrasi Sistem Industri.

BPS. 2018. Profil Industri Kecil dan Mikro 2018. Jakarta, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Daroin, D.A, Joyoatmojo, S. & Susilaningsih. 2013. Upaya pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) handycraft kayuJati di dusun bandar desa batokan kecamatan kasiman kabupaten bojonegoro. Jurnal Ekonomi.

David, F. R. 2006. Strategic Management. Salemba Empat, Jakarta.

Effendi, S. 2009. Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan. Alfabeta, Bandung.

Fatria, M.A. 2017. Strategi pengembangan industri rumah tangga di kota pekanbaru (studi kasus

usaha jamur crispy industri pengolahan jamur tiram). JOM Fekom, 4:1.

Hidayat, R.A. 2014. Strategi pengembangan industri kecil tas di kecamatan jati kabupaten kudus. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3:1.

Laisa, D.D. & Sayekti, W.D. Analisis harga pokok produksi dan strategi pengembangan industri pengolahan ikan teri nasi kering di pulau pasaran kecamatan teluk betung barat kota bandar lampung. Jurnal Agribisnis, 1:2.

LPII, Bank Indonesia. 2015. Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)(On-line). http://www.bi.go.id diakses 15 April 2020.

Mantra, I.B. 2000. Demografi Kualitas. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Mulyadi. 2009. Akuntansi Biaya. AMP YKPN Yogya, Yogyakarta.

Rahim & Hastuti, R.R.D. 2007. Ekonomi Pertanian, Pengantar Teori dan Kasus. Penebar

Swadaya, Jakarta.

Safitri, D. & Nur, T.M. 2017. Strategi pemasaran usaha kerupuk lipat pada ud. sinar jaya baru di gampong padang kasab kecamatan peulimbang kabupaten bireuen. Jurnal S. Pertanian. 1(1) : 1-12.

Setiawan, A. & Sulaeman, R. 2016. Strategi pengembangan usaha lebah madu kelompok tani setia jaya di desa rambah jaya kecamatan bangun purba kabupaten rokan hulu. Jurnal Kehutanan, 3:1

Yuliana, A.E. 2013. Strategi pengembangan industri kecil kerajinan genteng di kabupaten kebumen. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 2:3.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.01.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.