Kontribusi Usahatani Bawang Merah terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Kandangrejo Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan

Vika Tri Oktafiani, Titik Ekowati, Wiludjeng Roessali

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi usahatani bawang merah terhadap pendapatan rumah tangga tani dan menganalisis pengaruh faktor-faktor harga bibit, harga pupuk urea, harga pupuk Phonska, harga pupuk ZA, harga pupuk SP-36, harga pupuk KCl, harga pestisida serta upah tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani bawang merah. Penelitian dilasanakan pada bulan Maret dan Juli 2020 di Desa Kandangrejo Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan mengambil sampel 82 petani bawang merah dari 445 jumlah populasi. Metode analisis data menggunakan uji one sample t-test untuk menguji kontribusi usahatani bawang merah dan uji regresi linear berganda yang ditransformasikan ke persamaan fungsi keuntungan Cobb-Douglas Unit Output Price (UOP) untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani bawang merah sebesar Rp 59.646.928,- per 0,52 ha per musim tanam. Kontribusi usahatani bawang merah 60,33% dan termasuk kontribusi tinggi (> 50%). Faktor-faktor harga bibit, harga pupuk urea, harga pupuk Phonska, harga pupuk ZA, harga pupuk SP-36, harga pupuk KCl, harga pestisida dan upah tenaga kerja secara serempak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani bawang merah. Secara parsial variabel harga bibit, harga pupuk urea, harga pupuk Phonska, harga pupuk ZA dan upah tenaga kerja berpengaruh signfikan terhadap pendapatan usahatani bawang merah, sedangkan variabel harga pupuk SP-36, harga pupuk KCl dan harga pestisida tidak berpengaruh.


Keywords


bawang merah, harga input, kontribusi, pendapatan, rumah tangga

Full Text:

PDF

References


Aldila, H. F., Fariyanti, A., & Tinaprilla, N. (2015). Analisis profitabilitas usahatani bawang merah berdasarkan musim di tiga kabupaten sentra produksi di Indonesia. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 11(2), 249–260.

BPS. (2019). Kabupaten Grobogan dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistika Kabupaten Grobogan.

BPS. (2020a). Provinsi Jawa Tengah dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistika Jawa Tengah.

BPS. (2020b). Statistik Indonesia dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistika Nasional.

Diniyati, D., & Achmad, B. (2015). Kontribusi pendapatan hasil hutan bukan kayu pada usaha hutan rakyat pola agroforestri di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Kehutanan, 9(1), 23–31.

Ekaria, E. (2018). Kontribusi usahatani bawang merah (Allium cepa L) terhadap kondisi sosialekonomi petani (studi kasus di Desa Tutuling Jaya Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur). Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(1), 8–12.

Elisabeth, D. W., Santoso, M., & Herlina, N. (2013). Pengaruh pemberian berbagai komposisi bahan organik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 1(3).

Fatmawati, F., & Dianawati, H. (2013). Analisis efisiensi usahatani pisang dan strategi pengembangannya di Kabupaten Sumenep. JURNAL PERTANIAN CEMARA, 10(1).

Fauzan, M. (2020). Pendapatan rumah tangga petani bawang merah lahan pasir pantai di Kabupeten Bantul. JAS (Jurnal Agri Sains), 4(1), 60–66.

Hasan, F. (2019). Efisiensi keuntungan usahatani bawang merah di Kabupaten Nganjuk: Pendekatan Stokastik Frontier. Jurnal Social Economic of Agriculture, 8(1).

Herlita, M., Tety, E., & Khaswarina, S. (2016). Analisis pendapatan usahatani bawang merah (Allium ascalonicum) di Desa Sei. Geringging Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Riau University.

Kurnia, R., Nurahman, I. S., & Aziz, S. (2020). Analisis fungsi keuntungan pada usahatani kedelai di lahan sawah dan darat. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 6(2), 1006–1112.

Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2011). Personality Tests. Human Resource Management, 13th Ed., South-Western Cengage Learning, USA, 227–228.

Nazir, M. (2011). Metode Penelitian, Cetakan Ke Tujuh. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Nurhapsa, N., Kartini, K., & Arham, A. (2015). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Jurnal Galung Tropika, 4(3), 137–143.

Patty, Z. (2010). Kontribusi komoditi kopra terhadap pendapatan rumah tangga tani di Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Agroforestri, 3(3), 51–57.

Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. (2008). Pengantar Teori dan Kasus Ekonomika Pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahmadona, L., Fariyanti, A., & Burhanuddin, B. (2016). Analisis pendapatan usahatani bawang merah di Kabupaten Majalengka. Agricultural Socio-Economics Journal, 15(2), 72.

Rijal, M., Jakfar, F., & Widyawati, W. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani bawang merah Di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 1(1), 488–497.

Suparti, S., & Setiani, O. (2016). Beberapa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian keracunan pestisida pada petani. Pena Medika Jurnal Kesehatan, 6(2).

Suratiyah. (2009). Ilmu Usahatani Edisi II. Penebar Swadaya.

SWASTIKA, K., AMBARAWATI, I. G. A. A. Y. U., & DEWI, I. D. A. A. Y. U. L. (2017). Perbandingan pendapatan usahatani bawang merah dengan dan tanpa teknologi feromon (studi kasus di Gapoktan Asta Mandiri, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli). Journal of Agribusiness and Agritourism, 165349.

Thamrin, M., Novita, D., & Hasanah, U. (2019). Kontribusi pendapatan pengupas bawang merah terhadap pendapatan keluarga. JASc (Journal of Agribusiness Sciences), 2(1), 26–31.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.01.13

Refbacks



Copyright (c) 2022 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.