Analisis Peran Ternak Sapi Potong Dalam Pembangunan Ekonomi Subsektor Peternakan Di Provinsi Sumatera Barat

Ida Indrayani, Andri Andri, Boyon Boyon

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ternak sapi potong dalam pembangunan ekonomi sub sektor peternakan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara metode survey dan desk study. Pemilihan lokasi ditetapkan 3 Kabupaten dengan jumlah populasi sapi potong terbanyak. Sedangkan jumlah sampel ditetapkan secara Quota, dimana dalam penelitian ini akan diambil 90 sampel dengan rincian 30 sampel di masing-masing Kabupaten. Adapun analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dan kuantitatif serta analisis metode LQ (Location Quotient), shift share dan tipologi klasen. Wilayah di Sumatera Barat yang menjadi basis untuk ternak sapi potong dan dapat sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat dengan nilai LQ >1 adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kota sawahlunto, Pasaman Barat, Kota payakumbuh, dan Agam Komoditas sapi mempunyai tingkat proogresivitas yang baik di 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat yang ditandai dengan nilai PB > 0 (positif). wilayah unggulan untuk komoditi sapi potong dan tumbuh dengan cepat ditunjukkan oleh kuadran I yaitu ada 6 Kabupaten/Kota yang terdiri dari Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Dharmasraya, Pasaman Barat, Kota Solok dan Kota payakumbuh.


Keywords


DLQ, LQ, beef cattle, shift-share, livestock subsector

Full Text:

PDF

References


Eriyatno. (2011). Membangun Ekonomi Komparatif: Strategi Meningkatkan Kemakmuran Nusa dan Resilensi Bangsa. Jakarta: PT Gramedia Widia Sarana B

Hendayana, R. (2003). Aplikasi Metode Location Qoutient (LQ) Dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian Volume 12. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor. http://www.litbangdeptan.go.id

Kariyasa. 2005. Sistem Integrasi tanaman – Ternak dalam prespektif reorientasi kebijakan subsidi pupuk dan peningkatan pendapatan petani. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian No. 2 Tahun XI, 1-6.

Indrayani. (2012). Analisis Efisiensi Teknis Usaha Penggemukan Sapi Potong di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia, 14 (1), 286-296.

Kementerian Pertanian. (2015). Rencana Strategis Tahun 2015-2019. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Miller, M.M, and Wright, G.N. (1991). Location Quotient Basic Tool for Economic Development Analysis. Economic Development Review, 9(2), 65.

Ningsih, E. S. M. (2010). Analisis Komoditi Unggulan Sektor Pertanian Kabupaten Sukoharjo Sebelum dan Selama Otonomi Daerah. Tesis. Universitas Sebelas Maret.

Santoso, B dan B. W.H.E. Prasetiyono. (2020). The Regional Analysis of Beef Cattle Farm Development in Semarang Regency. Tropical Animal Science Journal. 43 (1)

Suresti, A. F. Tan, Adrimas & U. Dinata. (2021). Analysis of the Role of Livestock Sub-Sector in Economic Growth in West Sumatra. The 2nd International Conference on Agriculture and Rural Development. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 715 (2021) 012013 IOP Publishing doi:10.1088/1755-1315/715/1/012013. 1-10.

Jumiyanti, K. R. ( 2018 ). Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development Review 1 (1), 29-43.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.04.18

Refbacks

  • There are currently no refbacks.