Digitalisasi Keuangan pada Supply Chain Agribisnis Padi di Malang Raya, Jawa Timur, Indonesia

Agustina Shinta, Destyana Pratiwi, Novi Haryati

Abstract


Pengembangan digitalisasi  saat ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas pada layanan produk, demikian juga dengan layanan keuangan terutama program pinjaman untuk usaha. Layanan keuangan yang cepat dapat mendorong peningkatan integrasi supply chain agribisnis padi.  Studi awal penelitian ini adalah mengidentifikasi rantai pasok yang terjadi pada agribisnis padi dan menemukan titik-titik praktik rantai pasok yang mana yang mungkin dapat diterapkan digitalisasi yang dapat diintegrasikan dengan penyedia layanan keuangan untuk perbaikan efisiensi biaya dan efektifitas waktu dalam pekerjaan. Studi dilakukan di Desa Watu Gede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode pengumpulan data adalah data primer dari petani padi yang dipilih secara acak dengan depth interview dan snowball sampling untuk penentuan informan pada supply chain agribisnis padi. Metode analisis data secara deskriptif dari perolehan persepsi kendala pelaku rantai pasok terhadap microfinance dan penggunaan tehnologi informasi.  Hasil mapping ditemukan bahwa pengembangan digitalisasi keuangan hanya dapat dilakukan pada titik yang di dalamnya ada peran besar Gapoktan. Yaitu gapoktan (sebagai supplier sarana produksi) dan  gapoktan (sebagai penggiling beras) - ke lembaga keuangan. Hal ini disebabkan karena kelembagaan gapoktan sudah terbangun system yang integratif dari penyedia sarana produksi, petani dan penggilingan hingga pemasaran

Keywords


Digitalisasi Finance; Integrasi Supply Chain; Aksesbilitas Layanan Keuangan

Full Text:

PDF

References


Agustina Shinta1, Budi Setiawan, Ratya Anindita, and Syafrial. 2016. Incorporating Risk Preferences of Farmers and Technology in Analyzing The Total Factor Productivity of Rice Farming in Malang,Indonesia, RJOAS,1(49), January: page 47-56

Agustina Shinta2, Budi Setiawan, Ratya Anindita, and Syafrial. 2016. Measurement of Technical Efficiency that Involving Farmers Preferences towards Risk of Rice Farming in Malang (Indonesia), RJOAS, 3(51), March: page 3-13

Agustina Shinta3, 2016. The Influence Of Technical Inefficiency Level That Involve Farmer’s Behaviour On Risk Towards Profit In Rice Production Of Indonesia, RJOAS, 10(58), October .

Ahlin, and Jiang. 2008. Can micro-credit bring development? Journal of Development Economics, 86 (1), 1–21.

Angioloni S, Z Kudabaev, GCW Ames, and M Wetzstein. 2012. Micro-credit Impact in Kyrgystan : A Study Case. [Paper]. The University of Georgia.

Azriani Z. 2014. Aksesibilitas dan Partisipasi Industri Kecil dan Rumahtangga pada Sumber Pembiayaan dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Usaha dan Kesejahteraan Rumahtangga di Kabupaten Bogor. Jawa Barat. [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor.

Bank Indonesia. 2016. Sejarah Peranan Bank Indonesia dalam Pengembangan Usaha Kecil. Biro Kredit. Bank Indonesia.

Chapman, R.J. (2006). Simple tools and techniques in enterprise risk management. Hoboken, NJ: John Wiley and Sons

Djohanputro, B. 2004. Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Penerbit PPM. Jakarta.

Jeucken, M. 2004. Sustainability in Finance. Eburon Academic Publishers. 1st edition. Delft

Krishnamurti, B. 2005. Pengembangan Keuanagan Mikro bagi Pembangunan Indonesia. Media Informasi Bank Perkreditan Rakyat. Edisi IV Maret 2005.

Lam, James 2003. Enterprise Risk Management, from incentives to control. USA: Willey and sons.

Madajewicz, M. 2003. Does the credit contract matter? The impact of lending programs on poverty in Bangladesh. Working Paper. New York: Columbia University.

McKernan, S. M. 2002. The impact of microcredit programs on selfemployment profits: Do noncredit program aspects matter?.The Review of Economics and Statistics, 84(1), 93–115.

Morduch, J. 1998. Does microfinance really help the poor? Evidence from Flagship Programs in Bangladesh. Cambridge: Harvard University.

Mulyaqin T. 2016. Ketersediaan dan pemanfaatan sumber pembiayaan usahatani padi sawah di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. ResearchGate Buletin Ikatan. 3(1): 19-29.

Nurmanaf, A.R., E.L. Hastuti, Ashari, S. Friyatno and B. Wiryono. 2006. Analisis Sistem Pembiayaan Mikro Dalam Mendukung Usaha Pertanian di Pedesaan. Laporan Penelitian. Pusat Analisis Sosek dan kebijakan Pertanian. Departemen Pertanian.

Nurmanaf, Rozany. 2007. Lembaga Informal Pembiayaan Mikro Lebih Dekat Dengan Petani. Analisis Kebijakan Pertanian. Volume 5 No. 2 Hal : 99-109.

Rahayu, Lestari. 2015. Aksesibilitas Petani Bawang Merah Terhadap Lembaga Keuangan Mikro Sebagai Sumber Pembiayaan. Vol.I No.1 Januari 2015. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Turvey, C. dan Kong, R. (2009). Business and financial risks of small firm households in China ChinaAgriculural Economic review. Volume 1 Issue number 2 Retrieved on February 1, 2014 from http://www.emeraldinsight.com

Wati. Dewi Rohma. 2015. Akses Dan Dampak Kredit Mikro Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Organik Di Kabupaten Bogor. Sekolah Pascasarjana: Institut Pertanian Bogor




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.01.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.