Analisis Nilai Tambah Agroindustri Kerupuk Tempe di Kecamatan Puger Kabupaten Jember

Firra Amilul Husniah, Triana Dewi Hapsari, Titin Agustina

Abstract


Kecamatan Puger merupakan wilayah yang memiliki produksi kerupuk tempe tertinggi di Kabupaten Jember. Kerupuk tempe berkembang di Kecamatan Puger karena usaha turun temurun sehingga muncul berbagai skala agoindustri yang tersebar ke beberapa desa. Kerupuk tempe diproduksi menggunakan teknologi tradisionalsehingga kapasitas produksinya terbatas dan keuntungan yang diterima produsen belum maksimal. Selain teknologi, kemampuan tenaga kerja juga berpengaruh terhadap keberhasilan usaha agroindustri. Adanya keterbatasan teknologi dan sumberdaya manusia yang digunakan, belum dapat dipastikan apakah agroindustri tersebut mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pengusaha maupun tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah kerupuk tempe yang diperoleh agroindustri pada berbagai skala usaha di Kecamatan Puger.  Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tambah kerupuk tempe pada masing-masing skala usaha di Kecamatan Puger adalah positif dengan nilai tambah terbesar dimiliki oleh agroindustri skala menengah sebesar Rp 1.706,93 per kilogram bahan baku dikarenakan biaya penyusutannya terendah diantara skala agroindustri lainnya.


Keywords


Kerupuk Tempe, Nilai Tambah, Metode Hayami

Full Text:

PDF

References


Astiti, Lukyta Prima. 2014. Analisis Ketersediaan Bahan Baku, Nilai Tambah Dan Prospek Pengembangan Agroindustri Krupuk Non Ikan Di Desa Puger Wetan Kecamatan Puger. Skripsi. Jember : Fakultas Pertanian Universitas Jember.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember. 2016. Agroindustri Kerupuk dan Keripik Kepemilikan SIUP Di Kabupaten Jember Tahun 2015. DISPERINDAG Kabupaten Jember.

Mutmaini. 2015. Analisis Nilai Tambah Agroindustri Kripik Ubi Di Kota Pontianak. Jurnal Social Economics Agriculture Vol 4 (2) : 7.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 1984. Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru. Edisi 4. Jakarta : Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Koswara, Sutrisno. 2009. Pengolahan Kerupuk.Ebookpangan.com. http://tekpan.unimus.ac.id/wpcontent/uploads/2013/07/PENGOLAHAN-ANEKA-K-E-RU-P-U-K.pdf. [Diakses pada 7 Februari 2018].

Sudiyono, Armand. 2002. Pemasaran Pertanian. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang.

Suismono. 2003. Prospek Usaha Agroindustri dan Agribisnis Ubikayu. Malang : Balitkabi.

Sumarni, Murti. 2005. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta : Andi Offset.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.01.19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.