Faktor Kesesuaian Dengan Kebutuhan Petani Dalam Keputusan Adopsi Inovasi Pola Tanam Jajar Legowo (Studi Kasus Petani Padi Di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban)

Dwi Monalisa Malahayatin, Edi Dwi Cahyono

Abstract


Rekayasa pola tanam merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Tulisan ini menyoroti persepsi petani mengenai Jajar Legowo, sebuah pola tanam padi alternatif yang direkomendasikan oleh pemerintah (Dinas Pertanian). Pola tanam baru ini mengedepankan penanaman dua atau lebih baris tanaman yang disejajarkan dengan sebuah ruang membujur yang  sengaja dibiarkan kosong. Pola tanam ini diperkenalkan kepada beberapa kontak tani yang tersebar di desa-desa di Kecamatan Widang (Kabupatan Tuban) pada bulan November 2015. Tulisan ini berdasarkan hasil penelitian untuk mengevaluasi karakteristik apa yang dipandang penting oleh petani terkait dengan pola tanam Jajar Legowo tersebut. Survei dilakukan kepada 30 kontak tani, menggunakan sebuah kuesioner dengan jawaban pertanyaan yang tertutup, dan dilengkapi dengan jawaban pertanyaan yang terbuka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu karakteristik Jajar Legowo, yaitu kompatibilitas adalah tinggi tingkatnya. Secara umum, petani memandang bahwa produktivitas sawah bukanlah sebuah masalah yang menonjol, karena produktivitas sawah di tempat tersebut relatif sudah tinggi. Selain itu, petani kurang siap dengan tata cara baru dalam mengerjakan sawah, yang mengindikasikan perlunya meningkatkan kapasitas kontak tani dengan teknik pola tanam yang baru tersebut atau mengganti rekomendasi teknologi yang dikenalkan kepada petani. Penulis menyimpulkan bahwa petani enggan menerapkan inovasi tersebut karena tidak sesuai dengan kebutuhan petani dan relatif rumit pengerjaannya.

Kata Kunci: inovasi pola tanam, Jajar Legowo, kompatibilitas, kapasitas

Keywords


inovasi pola tanam, jajar legowo, komptibilitas

Full Text:

PDF

References


Ardial.2014. Paradigma dan Model Penelitian Komunikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Badan Pusat Statistik. 2013. Data Penduduk Miskin Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur Dalam Angka: BPS.

Cahyono, Edi Dwi. Robert Agunga. 2016, Policy and Practice of Participatory Extension in Indonesia: A Case Study of Extension Agents in Malang District, East Java Province. Journal of International Agricultural and Extension Education (JIAEE). 23(3), 38-57

Cahyono, E. D. (2014). Challenges Facing Extension Agents in Implementing the Participatory Extension Approach in Indonesia: A Case Study of Malang Regency in the East Java Region. The Ohio State University.

Idrus, Muhammad. 2007. Metode Penelitian Ilmu Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif edisi kedua. Jakarta: Erlangga

Istiqomah. 2014. Tingkat Adopsi Teknologi Budidaya Sayuran Organik oleh Petani Mitra ADS – UF serta Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Lionberger HF. 1960. Adoption of New Ideas and Practices. Iowa: The Iowa State University press.

Paramesti Maris. 2013. Hubungan antara Karakteristik Sosial Ekonomi Petani dengan Tingkat Adopsi Teknologi PHT Pasca SLPHT Padi di Desa Metuk Kecamatan Mojomongso Kabupaten Boyolali. Universitas Sebelas Maret. Surakarta

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Soekanto, S. 1983. Kamus Sosiologi. CV Rajawali. Jakarta.

Yos Wahyu Harinta. 2010. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Adopsi Inovasi Pertanian di Kalangan Petani di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Institut Teknologi Bogor. Bogor




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2017.001.01.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 J E P A

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.