Analisis Strategi Sosial Pengembangan Model Usaha Integrasi Kelapa Sawit dan Sapi di Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur

Yajis Paggasa, Al Hibnu Abdillah

Abstract


Sistem integrasi sapi dan kelapa sawit memiliki potensi usaha yang baik untuk dikembangkan. Simbiosis mutualisme bisa terjalin dengan baik. Tujuan penelitan ini untuk menganalisis usaha integrasi sawit-ternak sapi dan benefit yang diperoleh, serta mengevaluasi pola yang diterapkan saat ini dan menganalisis potensi pengembangan peternakan sapi potong di Kecamatan Muara Wahau. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari hingga Mei 2020. Berlokasi di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi pendapatan antara petani sawit non integrasi dengan integrasi sawit-ternak sapi, lebih tinggi pada usaha tani integrasi sawit-ternak sapi sekitar 12,9%-15,7%, hal ini disebabkan oleh: (1) adanya penghematan biaya pengendalian gulma, (2) adanya keuntungan dari hasil penjualan sapi. Hasil Matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) sebesar 3,19 dan Matriks evaluasi faktor eksternal (EFE) sebesar 3,2. Potensi pengembangan peternakan sapi potong di Kecamatan Muara Wahau berada di tahap Grow and Build. Faktor yang menunjang Kelebihan dan Peluang lebih banyak dibandingkan Kelemahan dan Tantangan.

Keywords


Integrasi; Kelapa sawit; Kutai Timur; Sapi

Full Text:

PDF

References


Abdillah, A. H., Juraemi, J., & Daru, T. P. (2019). Analisis Finansial Usaha Ternak Sapi Bali (Bos Sondaicus) di P4S Cahaya Purnama Kabupaten Kutai Timur. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian, 44(2), 154. https://doi.org/10.31602/zmip.v44i2.1768

Badan Pusat Statistika Kutai Timur (2018). Kabupaten Kutai Timur dalam Angka 2017. Katalog BPS:1102001.6404. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur. Sangatta.

Badan Pusat Statistika Kutai Timur (2019). Kabupaten Kutai Timur dalam Angka 2018. Katalog BPS:1102001.6404. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur. Sangatta.

Badan Pusat Statistika Kutai Timur (2021). Kabupaten Kutai Timur dalam Angka 2020. Katalog BPS:1102001.6404. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur. Sangatta.

BPTP Bali (2015). Ciri-Ciri Sapi Bali. Retrieved from Ciri-Ciri Sapi Bali website: https://bali.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/577-ciri-ciri-sapi-bali

Daru, T. P., Yulianti, A., & Widodo, E. (2014). Potensi Hijauan Di Perkebunan Kelapa Sawit Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pastura: Journal of Tropical Forage Science, 3(2), 94–98. https://doi.org/10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p09

David, F. R. (2002). Manajemen Strategis Konsep. Pearson Education Asia Pte. Ltd. Prenhallindo, Jakarta.

Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur (2019). Memacu Produksi Daging Sapi. Retrieved from Memacu Produksi Daging Sapi website: https://peternakan.kaltimprov.go.id/artikel/memacu-produksi-daging-sapi

Edwina, S., & Maharani, E. (2014). Kajian Keragaan Karakteristik Dan Tingkat Pengetahuan Petani Tentang Sistem Integrasi Sapi Dan Kelapa Sawit (Siska) Di Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 11(1), 110. https://doi.org/10.20961/sepa.v11i1.14160

Guntoro, I. S. (2002). Membudidayakan Sapi Bali. Kanisius.

Ishak, A. (2010). Potensi pengembangan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit rakyat di propinsi bengkulu. (2009), 1–9.

Lembaga Usahawantani Malaysia (2007). Integrasi Ternakan Ruminan. http://iklancentre.com/usahawantani. (14 Januari 2008)

Matondang, R. H., & Talib, C. (2015). Integrated Bali Cattle Development Model Under Oil Palm Plantation. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 25(3), 147–157. https://doi.org/10.14334/wartazoa.v25i3.1159

Rangkuti, F. (2006). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rostini, T., Djaya, S., & Adawiyah, R. (2020). Analisis Vegetasi Hijauan Pakan Ternak di Area Integrasi dan Non Integrasi Sapi dan Sawit. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 15(2), 155–161. https://doi.org/10.31186/jspi.id.15.2.155-161

Said, E. G., & Intan, H. (2003). Manajemen Agribisnis. Gramedia, Jakarta.

Sani, L. A., Munadi, L. M., Antus, M. R. Y., & Hadini, M. A. P. H. A. (2021). Potensi Usaha Ternak Sapi Bali Terintegrasi Perkebunan Kelapa Sawit Di Kecamatan Wiwirano Kabupaten Konawe Utara. 3(1), 1–8.

Sarwono, B. D. (1995). Peternakan sapi rakyat pada ekosistim sawah beririgasi di pulau Lombok NTB. Laporan Penelitian, Fakultas Peternakan Universitas Mataram.

Setyamidjaja, D. (1986). Pupuk dan pemupukan. CV. Simplex. Jakarta, 122.

Sitompul, D. (2003). Desain pembangunan kebun dengan sistem usaha terpadu ternak sapi Balesia. Prosiding Lokakarya Nasional Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi, 81–87.

Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (1985). Soil fertility and fertilizer, four Edition Mac Millan Publ. Co. Inc. New.




DOI: https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2022.006.02.35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JEPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.